Thursday, November 26, 2015

Peran Pemuda Islam


بسم الله الر حمن الر حيم
Assalamu’alaikum wr wb
Apa kabar semua? Semoga semuanya dalam lindungan Allah yaa. Berhubung aku ikut kelas public speaking online yang harus menyiapkan materi setiap harinya. Jadi, hari ini aku kan share salah satu matei yang sempat aku bawakan hehe (caelah bawakan-_-)
Temanya adalah Peran Pemuda Islam, dan... aku nda tahu apa judul materi yang aku buat^^ Cekidot!
Kalo kita bicara tentang Pemuda. Apa sih yang ada dibayangan kita? Ya yang terbayang adalah adanya semangat yang berapi2, kekuatan, dan harapan yang  besar. Pemuda adalah sosok yang suka berkreasi, idealis, dan memiliki keberanian serta menjadi inspirator dengan gagasan dan tuntutannya.
Secara fitrah, masa muda adalah masa yang paling optimal untuk berfikir dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya, jd sangat wajar jika pemuda memiliki potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok lainnya. Semangat mereka bagaikan bom waktu yang siap meledak pada saat yang telah ditentukan, sehingga tidak heran pemuda adalah harapan masa depan, semua bergantung di pundak mereka, ibarat kapal merekalah yang memegang kemudi, mereka yang menentukan hendak kemana kapal akan berlabuh.
Pemuda adalah agent of change (agen perubahan) karena mereka adalah penggerak kemajuan dan peradaban. Perubahan dunia berada di tangan mereka, mereka selalu berada di garis depan menuju kemajuan dan mengekspresikan kepentingan banyak orang. Banyak perubahan yang terjadi berkat cengkraman kuat tangan-tangan para pemuda. Negara-negara yang maju adalah negara yang bisa memaksimalkan pemudanya dengan baik.
Tengoklah sejarah bahwa dari tangan-tangan pemuda lah perubahan terjadi . Para pemuda lah yang berani menumbangkan rezim diktator, para pemuda lah yang telah mengganti  orde lama menjadi orde baru hingga pada saat ini kita berada di era reformasi, terlepas dari ideologi yang diemban oleh mereka semua, namun kita mengakui bahwa pemuda adalah agent of change. Dalam sejarah dakwah Islam, pemuda memegang peranan yang sangat penting.
Belajar dari sejarah perkembangan Islam bahwa spirit ketauhidan muncul dari dalam jiwa jiwa pemuda yang memiliki niat yang bersih, tulus untuk menegakkan kalimat tauhid, sebut saja Zaid bin Tsabit, Arqom bin Abi Arqom, dan Bilal bin Rabah, mereka adalah pemuda-pemuda tangguh yang siap mengorbankan apa saja demi agama meski nyawa taruhannya, begitulah mahasiswa didikan Rasulullah saw meski mereka tidak memiliki Universitas yang mewah.
Dalam Al-Quran juga terdapat banyak kisah keberanian pemuda. Adapun beberapa sosok pemuda pada masa  Rasulullah Saw diantaranya adalah Ali bin Abi Thalib yang ketika itu  berumur 8 tahun, memiliki kecerdasan dan kepiawaian dalam strategi berperang serta menjadi khalifah pada usia muda, Abdullah bin Mas’ud (14) yang kelak menjadi salah satu ahli tafsir terkemuka, Saad bin Abi Waqqash (17) yang kelak menjadi panglima perang yang menundukkan Persia, Jafar bin Abi Thalib (18), Zaid bin Haritsah (20), Utsman bin Affan (20), Mush’ab bin Umair (24), Umar bin Khatab (26), Abu Ubaidah Ibnul Jarah (27), dan pada masa setelahnya yang kita mengenal Muhammad Al-Fatih (24) telah menaklukan konstantinopel.
Saat ini ada sebuah pertanyaan yang selalu menunggu untuk dicari jawabannya adalah dimanakah para pemuda muslim itu sekarang? Dimanakah mereka bersembunyi? Apakah mereka bersembunyi seperti yang dilakukan Ashabul Kahfi? Sayang sekali mereka tidak lagi seperti pelangi yang selalu memberikan warna warni yang indah dalam kehidupan, mereka kini hilang ditelan zaman.
Kini, sosok pemuda idealis sudah terkikis oleh kerasnya sistem kapitalis. Pemuda khususnya Mahasiswa yang sejak lama menyandang gelar kaum intelektual pun pada kenyataannya saat ini telah dininabobokan oleh sistem. Saat ini , Para pemuda telah dihadapkan pada tantangan globalisasi dalam ranah kesekuleran sehingga lahirlah generasi muda yang apatis, pragmatis, dan alergis. Apatis terhadap permasalahan umat yang merupakan efek dari sistem sekuler yang menawarkan semangat nasionalisme , Pragmatis dalam mengambil keputusan dan berfikir sehingga kecerdasan dan pemikiran cemerlang tak kan kita dapati pada hal ini, terakhir adalah alergi kepada aturan yang syar’i sehingga menghasilkan generasi yang rusak secara pemikiran dan tingkah laku. Generasi muslim telah mengalami problematika secara struktural dan mendasar sehingga berdampak kepada permasalahan cabang yang saat ini mereka hadapi. Sistem sekuler telah menghipnotis para generasi muda tanpa terkecuali generasi terbaik yakni islam.
Gaya hidup, pakaian, bahasa, jauh dari norma, seolah semua keinginan mereka harus dilampiaskan dengan tawuran, hidup hedonis, foya-foya dan sedikit tidak beradab. Hidup bagaimanakah sebenarnya yang mereka cari?
Islam begitu mengambil perhatian yang besar terhadap pemuda, Rasulullah saw bersabda: "Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah."
Islam tidak membiarkan pemuda lepas kendali tanpa arahan, meskipun memang harus diakui bahwa hidup di zaman modern dan serba canggih ini tidaklah mudah, banyak sekali godaan bagi pemuda untuk memperturutkan hawa nafsunya, dengan segala fasilitas yang mudah dan instant membuat para pemuda islam terlena, tidak menyadari bahwa musuh-musuh Islam sedang mengintai mereka, melihat kelengahan mereka dan suatu saat bisa menerkam dan memenjarakan mereka dalam api penyesalan seumur hidupnya. Pemuda adalah asset paling berharga bagi setiap Negara terutama agama, mereka harus bisa memilih dan menentukan nasib mereka, karena jika pemuda itu baik, maka akan baiklah Negara dan juga agama.
Islam selalu membimbing para pemudanya untuk kreatif, aktif dan optimis, sebuah pepatah islam mengatakan: "Bukanlah pemuda jika ia mengatakan inilah ayahku…akan tetapi pemuda adalah yang mengatakan inilah aku inilah diriku."
Kemandirian yang selalu diharapkan dari seorang pemuda, tidak hanya pandai menggunakan fasilitas yang sudah tersedia, namun seharusnya pandai menciptakan peluang dan kesempatan menjadi sebongkah berlian. Pada dasarnya kita merindukan pemuda yang penuh dedikasi untuk orang tuanya, agama, bangsa yang semakin terpuruk ini, bukan pemuda tawuran yang hanya menguras fikiran dan tenaga yang berujung pada hancurnya sebuah Negara.
Pemuda Islam harus memiliki karisma dan pesona di mata dunia.
Pemuda itu :
 1. Tidak boleh membuang waktu hanya untuk hal yang sia sia
Waktu luang bisa membinasakan pikiran, akal dan potensi fisik manusia, karena manusia dituntut untuk beraktifitas dan berbuat. Rasulullah saw bersabda: "Ada dua nikmat yang manusia sering melalaikannya yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang."
2. Memilih teman yang baik
Kita tidak akan bisa menjauhi lingkungan karena sebagian besar kehidupan dihabiskan bersama lingkungan, dan lingkungan juga yang mempengaruhi pola fikir, tindakan dan tingkah laku kita, akan tetapi Allah swt memberikan kita akal untuk berfikir mana yang terbaik buat hidup kita, maka sebijaksana mungkin dalam memilih teman. Rasulullah saw bersabda: "Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan peniup al-kiir (tempat menempa besi), penjual minyak wangi akan menebarkan aroma yang wangi meskipun engkau hanya terkena imbasnya, dan sebaliknya peniup al-kiir (tempat menempa besi) bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau setidaknya kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya."


3. Memilih sumber bacaan yang baik dan bermanfaat
Bacalah al-Qur’an sebagai penyembuh dan penentram jiwa, mengkonsumsi buku buku yang baik akan menambah khazanah keilmuan para pemuda islam, sehingga membuka wawasan untuk meluaskan ekspansi kekuasaan dalam urusan dunia maupun akhirat. Pemuda islam tidak boleh kalah dengan informasi terkini tentang ilmu pengetahuan, karena Islam tidak pernah membatasi ilmu itu didapat dari mana dan siapa saja, asal tujuannya untuk kemaslahatan ummat, sebagaimana ulama-ulama intelektual islam mengembangkan ilmu mereka dengan membaca dan membaca, sehingga lahirlah kreatifitas mandiri yang salih yang bermanfaat sampai ke akhir zaman.
Akhirnya sebagai harapan kepada pemuda islam bahwa mereka bukanlah individu yang cepat menyerah dan pasrah dengan keadaan, akan tetapi mereka adalah pemuda yang teguh pendirian, memiliki agenda penuh dengan kemajuan yang tak terbatas dengan kreasi kreasi unik untuk memajukan agama, bangsa dan tanah air. Karena kita tidak ingin menyesal nanti di hari tua dan di akhirat ketika Allah bertanya sebagaimana Rasulullah saw bersabda: "Tidak akan bergesar kaki seorang hamba dari sisi Allah pada hari kiamat nanti sehinggalah dimintai pertanggungjawabannya tentang lima perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya digunakan untuk apa, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta bagaimana dia mengamalkan ilmunya." Wallahu a’lam bish shawab.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

References :
1.      http://www.kompasiana.com/hannakataalzahra/peranan-pemuda-islam-hadapi-tantangan-global_552cad036ea8345a428b460d. Peran Pemuda Islam Hadapi Tantangan Global. Wed, November 25 2015 at 5:34 PM
2.      https://www.facebook.com/permalink.php?id=568438796502534&story_fbid=576968472316233. Peran Pemuda Muslim di Zaman Modern. Wed, November 25 2015 at 5:34 PM

No comments:

Post a Comment