بسم الله الر حمن الر حيم
Assalamu’alaikum wr wb
Apa kabar semua? Semoga semuanya
dalam lindungan Allah yaa. Berhubung aku ikut kelas public speaking online
yang harus menyiapkan materi setiap harinya. Jadi, hari ini aku kan share salah
satu matei yang sempat aku bawakan hehe (caelah bawakan-_-)
Temanya adalah Peran Pemuda Islam,
dan... aku nda tahu apa judul materi yang aku buat^^ Cekidot!
Kalo kita bicara tentang Pemuda. Apa
sih yang ada dibayangan kita? Ya yang terbayang adalah adanya semangat yang
berapi2, kekuatan, dan harapan yang
besar. Pemuda adalah sosok
yang suka berkreasi, idealis, dan memiliki keberanian serta menjadi inspirator
dengan gagasan dan tuntutannya.
Secara fitrah, masa
muda adalah masa yang paling optimal untuk berfikir dengan kematangan jasmani,
perasaan dan akalnya, jd sangat wajar jika pemuda memiliki potensi yang besar
dibandingkan dengan kelompok lainnya. Semangat mereka bagaikan bom waktu yang
siap meledak pada saat yang telah ditentukan, sehingga tidak heran pemuda
adalah harapan masa depan, semua bergantung di pundak mereka, ibarat kapal
merekalah yang memegang kemudi, mereka yang menentukan hendak kemana kapal akan
berlabuh.
Pemuda adalah agent of change (agen perubahan) karena mereka adalah penggerak kemajuan dan peradaban. Perubahan dunia berada di tangan mereka, mereka selalu berada di garis depan menuju kemajuan dan mengekspresikan kepentingan banyak orang. Banyak perubahan yang terjadi berkat cengkraman kuat tangan-tangan para pemuda. Negara-negara yang maju adalah negara yang bisa memaksimalkan pemudanya dengan baik.
Pemuda adalah agent of change (agen perubahan) karena mereka adalah penggerak kemajuan dan peradaban. Perubahan dunia berada di tangan mereka, mereka selalu berada di garis depan menuju kemajuan dan mengekspresikan kepentingan banyak orang. Banyak perubahan yang terjadi berkat cengkraman kuat tangan-tangan para pemuda. Negara-negara yang maju adalah negara yang bisa memaksimalkan pemudanya dengan baik.
Tengoklah
sejarah bahwa dari tangan-tangan pemuda lah perubahan terjadi . Para pemuda lah
yang berani menumbangkan rezim diktator, para pemuda lah yang telah
mengganti orde lama menjadi orde baru hingga pada saat ini kita berada di
era reformasi, terlepas dari ideologi yang diemban oleh mereka semua, namun
kita mengakui bahwa pemuda adalah agent of change. Dalam sejarah dakwah
Islam, pemuda memegang peranan yang sangat penting.
Belajar dari sejarah
perkembangan Islam bahwa spirit ketauhidan muncul dari dalam jiwa jiwa pemuda
yang memiliki niat yang bersih, tulus untuk menegakkan kalimat tauhid, sebut
saja Zaid bin Tsabit, Arqom bin Abi Arqom, dan Bilal bin Rabah, mereka adalah
pemuda-pemuda tangguh yang siap mengorbankan apa saja demi agama meski nyawa taruhannya,
begitulah mahasiswa didikan Rasulullah saw meski mereka tidak memiliki
Universitas yang mewah.
Dalam
Al-Quran juga terdapat banyak kisah keberanian pemuda. Adapun beberapa sosok
pemuda pada masa Rasulullah Saw diantaranya adalah Ali bin Abi Thalib
yang ketika itu berumur 8 tahun, memiliki kecerdasan dan kepiawaian dalam
strategi berperang serta menjadi khalifah pada usia muda, Abdullah bin Mas’ud
(14) yang kelak menjadi salah satu ahli tafsir terkemuka, Saad bin Abi Waqqash
(17) yang kelak menjadi panglima perang yang menundukkan Persia, Jafar bin Abi
Thalib (18), Zaid bin Haritsah (20), Utsman bin Affan (20), Mush’ab bin Umair
(24), Umar bin Khatab (26), Abu Ubaidah Ibnul Jarah (27), dan pada masa
setelahnya yang kita mengenal Muhammad Al-Fatih (24) telah menaklukan
konstantinopel.
Saat ini ada sebuah
pertanyaan yang selalu menunggu untuk dicari jawabannya adalah dimanakah para
pemuda muslim itu sekarang? Dimanakah mereka bersembunyi? Apakah mereka
bersembunyi seperti yang dilakukan Ashabul Kahfi? Sayang sekali mereka tidak
lagi seperti pelangi yang selalu memberikan warna warni yang indah dalam
kehidupan, mereka kini hilang ditelan zaman.
Kini,
sosok pemuda idealis sudah terkikis oleh kerasnya sistem kapitalis. Pemuda
khususnya Mahasiswa yang sejak lama menyandang gelar kaum intelektual pun pada
kenyataannya saat ini telah dininabobokan oleh sistem. Saat ini , Para pemuda
telah dihadapkan pada tantangan globalisasi dalam ranah kesekuleran sehingga
lahirlah generasi muda yang apatis, pragmatis, dan alergis. Apatis terhadap
permasalahan umat yang merupakan efek dari sistem sekuler yang menawarkan
semangat nasionalisme , Pragmatis dalam mengambil keputusan dan berfikir
sehingga kecerdasan dan pemikiran cemerlang tak kan kita dapati pada hal ini,
terakhir adalah alergi kepada aturan yang syar’i sehingga menghasilkan generasi
yang rusak secara pemikiran dan tingkah laku. Generasi muslim telah mengalami
problematika secara struktural dan mendasar sehingga berdampak kepada
permasalahan cabang yang saat ini mereka hadapi. Sistem sekuler telah
menghipnotis para generasi muda tanpa terkecuali generasi terbaik yakni islam.
Gaya hidup, pakaian,
bahasa, jauh dari norma, seolah semua keinginan mereka harus dilampiaskan
dengan tawuran, hidup hedonis, foya-foya dan sedikit tidak beradab. Hidup
bagaimanakah sebenarnya yang mereka cari?
Islam begitu mengambil perhatian yang besar terhadap pemuda,
Rasulullah saw bersabda: "Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi
oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama
sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah
(ketaatan) kepada Allah."
Islam tidak membiarkan pemuda lepas kendali tanpa arahan,
meskipun memang harus diakui bahwa hidup di zaman modern dan serba canggih ini
tidaklah mudah, banyak sekali godaan bagi pemuda untuk memperturutkan hawa
nafsunya, dengan segala fasilitas yang mudah dan instant membuat para pemuda
islam terlena, tidak menyadari bahwa musuh-musuh Islam sedang mengintai mereka,
melihat kelengahan mereka dan suatu saat bisa menerkam dan memenjarakan mereka
dalam api penyesalan seumur hidupnya. Pemuda adalah asset paling berharga bagi
setiap Negara terutama agama, mereka harus bisa memilih dan menentukan nasib
mereka, karena jika pemuda itu baik, maka akan baiklah Negara dan juga agama.
Islam selalu membimbing para pemudanya untuk kreatif, aktif dan
optimis, sebuah pepatah islam mengatakan: "Bukanlah pemuda jika ia
mengatakan inilah ayahku…akan tetapi pemuda adalah yang mengatakan inilah aku
inilah diriku."
Kemandirian yang selalu diharapkan dari seorang pemuda, tidak
hanya pandai menggunakan fasilitas yang sudah tersedia, namun seharusnya pandai
menciptakan peluang dan kesempatan menjadi sebongkah berlian. Pada dasarnya
kita merindukan pemuda yang penuh dedikasi untuk orang tuanya, agama, bangsa
yang semakin terpuruk ini, bukan pemuda tawuran yang hanya menguras fikiran dan
tenaga yang berujung pada hancurnya sebuah Negara.
Pemuda Islam harus memiliki karisma dan pesona di mata dunia.
Pemuda itu :
1. Tidak boleh membuang
waktu hanya untuk hal yang sia sia
Waktu luang bisa membinasakan pikiran, akal dan potensi fisik
manusia, karena manusia dituntut untuk beraktifitas dan berbuat. Rasulullah saw
bersabda: "Ada dua nikmat yang manusia sering melalaikannya yaitu nikmat
kesehatan dan waktu luang."
2. Memilih teman yang baik
Kita tidak akan bisa menjauhi lingkungan karena sebagian besar
kehidupan dihabiskan bersama lingkungan, dan lingkungan juga yang mempengaruhi
pola fikir, tindakan dan tingkah laku kita, akan tetapi Allah swt memberikan
kita akal untuk berfikir mana yang terbaik buat hidup kita, maka sebijaksana
mungkin dalam memilih teman. Rasulullah saw bersabda: "Perumpamaan teman
yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan peniup
al-kiir (tempat menempa besi), penjual minyak wangi akan menebarkan aroma yang
wangi meskipun engkau hanya terkena imbasnya, dan sebaliknya peniup al-kiir
(tempat menempa besi) bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau
setidaknya kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya."
3. Memilih sumber bacaan yang baik dan bermanfaat
Bacalah al-Qur’an sebagai penyembuh dan penentram jiwa,
mengkonsumsi buku buku yang baik akan menambah khazanah keilmuan para pemuda
islam, sehingga membuka wawasan untuk meluaskan ekspansi kekuasaan dalam urusan
dunia maupun akhirat. Pemuda islam tidak boleh kalah dengan informasi terkini
tentang ilmu pengetahuan, karena Islam tidak pernah membatasi ilmu itu didapat
dari mana dan siapa saja, asal tujuannya untuk kemaslahatan ummat, sebagaimana
ulama-ulama intelektual islam mengembangkan ilmu mereka dengan membaca dan
membaca, sehingga lahirlah kreatifitas mandiri yang salih yang bermanfaat
sampai ke akhir zaman.
Akhirnya sebagai harapan kepada pemuda islam bahwa mereka
bukanlah individu yang cepat menyerah dan pasrah dengan keadaan, akan tetapi
mereka adalah pemuda yang teguh pendirian, memiliki agenda penuh dengan
kemajuan yang tak terbatas dengan kreasi kreasi unik untuk memajukan agama,
bangsa dan tanah air. Karena kita tidak ingin menyesal nanti di hari tua dan di
akhirat ketika Allah bertanya sebagaimana Rasulullah saw bersabda: "Tidak
akan bergesar kaki seorang hamba dari sisi Allah pada hari kiamat nanti
sehinggalah dimintai pertanggungjawabannya tentang lima perkara: tentang
umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya digunakan untuk apa, hartanya
dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta bagaimana dia mengamalkan
ilmunya." Wallahu a’lam bish shawab.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
References :
1.
http://www.kompasiana.com/hannakataalzahra/peranan-pemuda-islam-hadapi-tantangan-global_552cad036ea8345a428b460d.
Peran Pemuda Islam Hadapi Tantangan Global. Wed, November 25 2015 at
5:34 PM
2.
https://www.facebook.com/permalink.php?id=568438796502534&story_fbid=576968472316233.
Peran Pemuda Muslim di Zaman Modern. Wed, November 25 2015 at 5:34 PM
No comments:
Post a Comment